Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2025

Jalan Kaki, Hal yang Kian Sulit Dinikmati

Gambar
  Beberapa hari lalu, saya memutuskan berjalan kaki sepulang dari kampus bersama seorang teman. Tidak jauh, hanya belasan menit dari halte ke rumah. Tapi perjalanan singkat itu berubah menjadi pengalaman penuh waspada. Trotoar yang seharusnya jadi ruang aman untuk melangkah, justru dipenuhi lubang, genangan air, tiang listrik di tengah jalur, dan motor yang parkir tanpa peduli. Di tengah perjalanan, teman saya bercerita bahwa ia pernah mengalami catcalling saat melintas sendirian di jalan yang sama. Itu terjadi siang hari, saat lalu lintas masih padat. Pengalaman itu membuatnya trauma. Sejak saat itu, ia memilih naik ojek, meski tujuannya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Cerita seperti ini bukan hal asing. Di media sosial, keluhan semacam itu kerap bermunculan. Di platform X (dulu Twitter), pejalan kaki kerap bersuara soal peliknya menikmati ruang publik. Seorang pengguna pernah menyebut, “Jalan kaki di Jakarta bikin capek batin, bukan cuma kaki.” Yang lain menulis bahwa demi bi...